April 4, 2025

12:28:12 PM

Lift-Indonesia – Desain yang Mendukung & Menunjang Produktivitas

Furnitur yang ergonomis dan lift yang efisien dapat meningkatkan kualitas hidup kerja

lift
2025-04-03 | admin3

Jangan Panik Jika Lift Error Lakukan Ini!

Mendapatkan masalah dengan lift saat berada di dalamnya bisa sangat menegangkan. Bayangkan Anda sedang dalam perjalanan menuju lantai yang lebih tinggi atau lebih rendah, tiba-tiba lift berhenti tiba-tiba, atau bahkan lebih buruk lagi, terjebak di dalamnya. Perasaan cemas atau panik adalah hal yang wajar, tetapi yang terpenting adalah tetap tenang dan tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan jika lift mengalami masalah, agar Anda bisa menghadapinya dengan lebih tenang dan aman.

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang. Panik hanya akan membuat keadaan semakin buruk, dan Anda akan kesulitan berpikir dengan jernih. Cobalah untuk mengatur napas, tarik napas dalam-dalam, dan yakinkan diri Anda bahwa lift modern dirancang dengan berbagai sistem keselamatan untuk melindungi penumpang. Ingatlah bahwa insiden lift jarang menyebabkan cedera, dan para teknisi akan segera merespons masalahnya.

2. Gunakan Tombol Darurat

Setiap lift dilengkapi dengan tombol darurat atau sistem komunikasi yang memungkinkan Anda untuk menghubungi operator atau petugas. Jika lift mengalami masalah atau berhenti mendadak, tekan tombol darurat tersebut. Biasanya, tombol darurat akan menghubungkan Anda dengan petugas keamanan atau pengelola gedung yang dapat memberikan bantuan. Jelaskan masalah yang terjadi dan beri tahu mereka posisi Anda, termasuk lantai tempat Anda terjebak.

Jika tombol darurat tidak berfungsi, jangan panik lift error. Anda bisa mencoba tombol interkom atau telepon darurat yang biasanya ada di dalam lift untuk menghubungi pihak yang berwenang.

3. Cek Apakah Ada Telepon Darurat

Beberapa lift memiliki telepon darurat yang dapat Anda gunakan untuk menghubungi operator langsung. Telepon darurat ini biasanya terletak di panel kontrol lift atau di sisi kabin. Ketika telepon ini digunakan, Anda dapat berbicara langsung dengan petugas untuk memberi tahu mereka bahwa Anda terjebak dan membutuhkan bantuan. Jika lift berhenti karena masalah teknis atau gangguan lainnya, petugas akan segera mengirimkan teknisi untuk memperbaikinya.

Jika lift tidak memiliki telepon darurat, pastikan untuk memanfaatkan tombol darurat atau sistem interkom yang ada.

4. Jangan Coba Membuka Pintu Sendiri

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh orang yang terjebak di dalam lift adalah mencoba membuka pintu lift sendiri. Meskipun pintu terlihat tidak terbuka, membuka pintu secara paksa bisa sangat berbahaya. Lift bisa saja berhenti di antara dua lantai atau berada di tempat yang tidak stabil, dan membuka pintu bisa menyebabkan kecelakaan serius.

Biarkan petugas atau teknisi yang berkompeten menangani masalah ini. Mereka memiliki alat dan prosedur yang tepat untuk membuka pintu lift dengan aman.

5. Berbicara dengan Penumpang Lain di Dalam Lift

Jika Anda berada di dalam lift bersama orang lain, cobalah untuk tetap tenang dan saling mendukung. Jangan ragu untuk berbicara dengan mereka untuk mengurangi kecemasan. Kebersamaan dalam situasi seperti ini bisa memberi rasa aman dan memudahkan semua orang untuk tetap tenang.

Jika lift memiliki sistem komunikasi suara, Anda bisa menggunakan sistem ini untuk berkomunikasi dengan petugas, memberi tahu mereka bahwa ada lebih dari satu orang yang terjebak. Petugas dapat memberikan instruksi lebih lanjut dan memberi tahu Anda tentang apa yang sedang terjadi.

6. Periksa Apakah Ada Ventilasi yang Cukup

Jika Anda terjebak di dalam lift lebih lama dari yang diinginkan, periksa ventilasi yang ada. Sebagian besar lift dilengkapi dengan sistem ventilasi yang dapat mengalirkan udara segar ke dalam kabin. Jika ada udara segar, cobalah untuk bernapas dalam-dalam agar Anda tetap merasa nyaman. Jangan ragu untuk memberi tahu petugas jika Anda merasa pengap atau ada masalah dengan aliran udara.

Terkadang, meskipun lift tidak bergerak, aliran udara yang baik akan membantu menjaga kenyamanan fisik Anda selama menunggu bantuan.

7. Ikuti Petunjuk yang Diberikan oleh Petugas

Setelah Anda berhasil menghubungi operator atau petugas melalui tombol darurat, pastikan untuk mengikuti petunjuk mereka dengan seksama. Mereka akan memberi tahu Anda langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi situasi ini. Biasanya, petugas akan mengirim teknisi untuk memperbaiki masalah tersebut atau membuka pintu lift jika diperlukan.

Jika Anda merasa ada masalah serius atau mendesak, beri tahu petugas dengan jelas. Mereka akan memastikan bahwa Anda mendapatkan bantuan sesegera mungkin.

8. Periksa Prosedur Darurat Lift di Gedung

Sebelum menggunakan lift, ada baiknya Anda mengetahui prosedur darurat yang berlaku di gedung tersebut. Banyak gedung besar atau gedung perkantoran yang memiliki protokol tertentu jika terjadi masalah dengan lift. Prosedur ini sering kali tertera di dekat panel lift atau pada papan informasi di sekitar area lift.

Mengetahui prosedur darurat ini sebelumnya dapat membantu Anda merasa lebih siap dan lebih tenang jika terjadi masalah.

9. Hubungi Pihak Berwenang Jika Diperlukan

Jika Anda merasa bahwa keadaan semakin buruk, atau jika Anda tidak dapat menghubungi operator melalui tombol darurat, hubungi pihak berwenang seperti petugas keamanan gedung atau layanan darurat. Mereka akan memberikan bantuan lebih lanjut dan memastikan Anda segera keluar dari lift dengan aman.

BACA JUGA ARTIKEL SELENGKAPNYA DISINI: Kenapa Lift Gedung Tidak Ada Angka 13? Mitos atau Realita?

Share: Facebook Twitter Linkedin
lift
2025-04-02 | admin3

Kenapa Lift Gedung Tidak Ada Angka 13? Mitos atau Realita?

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa di banyak gedung tinggi, khususnya hotel atau perkantoran, mengapa tidak ada lantai 13 di lift? Sebaliknya, setelah lantai 12, tombol langsung melompat ke angka 14 atau terkadang digantikan dengan 12A. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan terkait dengan berbagai kepercayaan dan faktor psikologis yang berkembang di banyak negara.


1. Angka 13 dan Mitos Kesialan

Di banyak budaya, angka 13 dianggap sebagai angka sial. Kepercayaan ini dikenal dengan istilah triskaidekaphobia, yaitu ketakutan terhadap angka 13. Beberapa alasan yang mendasari kepercayaan ini antara lain:

a. Sejarah dan Kepercayaan Barat

Dalam budaya Barat, angka 13 sering dikaitkan dengan nasib buruk. Beberapa teori yang memperkuat mitos ini adalah:

  • Perjamuan Terakhir Yesus: Dalam cerita Alkitab, terdapat 13 orang yang menghadiri perjamuan terakhir, di mana Yudas Iskariot, sang pengkhianat, adalah orang ke-13 yang duduk.

  • Hari Jumat tanggal 13: Hari ini sering dianggap sebagai hari sial dalam banyak kebudayaan Barat.

  • Mitologi Nordik: Dalam mitologi Skandinavia, Loki—dewa kekacauan—datang sebagai tamu ke-13 dalam sebuah pesta dan menyebabkan malapetaka.

b. Pengaruh Feng Shui di Budaya Asia

Meskipun angka 13 lebih banyak dianggap sial dalam budaya Barat, pengaruhnya juga merambah ke budaya Asia. Dalam tradisi Feng Shui, angka tertentu memiliki makna baik atau buruk. Walaupun angka 13 tidak secara langsung disebut dalam Feng Shui, angka ini sering kali dihindari karena pengaruh kepercayaan Barat di era modern.


2. Faktor Psikologis dan Bisnis

Selain kepercayaan mistis, ada alasan praktis mengapa banyak gedung tidak menggunakan angka 13 dalam lift:

a. Psikologi Penghuni dan Tamu

Sebagian besar orang mungkin tidak percaya pada mitos angka 13, tetapi tetap ada sebagian yang merasa tidak nyaman jika harus tinggal atau bekerja di lantai 13. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni atau tamu hotel yang percaya pada takhayul.

b. Strategi Komersial

Hotel, apartemen, atau gedung perkantoran sering menghindari angka 13 untuk alasan bisnis. Jika tamu atau penyewa enggan menempati lantai 13 karena mitos kesialan, maka itu bisa berpotensi menurunkan okupansi atau permintaan sewa di lantai tersebut. Oleh karena itu, pengembang sering mengganti angka 13 dengan:

  • 12A atau 12B

  • Melewatkan angka 13 dan langsung ke 14

  • Menggunakan nama khusus seperti “Sky Floor” atau “Executive Floor”


3. Apakah Tidak Ada Lantai 13 Secara Fisik?

Meskipun tombol lift tidak menunjukkan angka 13, sebenarnya lantai tersebut tetap ada secara fisik. Secara teknis, lantai ke-13 tetap ada dalam struktur bangunan, hanya saja diberi nama lain agar lebih nyaman bagi pengunjung dan penghuni gedung.

BACA ARTIKEL BERIKUTNYA DISINI: BIAYA YANG HARUS DIKETAHUI SEBELUM PASANG LIFT RUMAH

Share: Facebook Twitter Linkedin